Analisis SWOT

swot_img“OTO itu apa mba Win ?”. Itu adalah satu pertanyaan dari mba Septi kemarin ketika saya janjian bertemu dengannya setelah mba Rara menyarankan mba Septi untuk OTO dengan saya. Secara istilah, OTO adalah singkatan dari One To One yang artinya meeting berdua saja antara Leader dan member. Apa yang dibicarakan? Banyak hal. Tidak melulu tentang hitung target dalam angka berdasarkan Activity Report. Tapi benar-benar bicara dari hati ke hati. Apa keinginan si member, apa yang sudah dilakukan, apa yang akan dilakukan, kira-kira kendala apa yang dihadapi, lalu solusi macam apa yang diperlukan, dan lain-lain. Mba Rara juga pernah pesan kepada saya ketika sedang menghadapi seorang member, yaitu berikan dia kenyamanan, “Coba deh mba Wiwin ngobrol sambil sesekali pegang atau genggam tangannya, pasti dia akan merasa nyaman karena ada perhatian dari mba Wiwin”. Jadilah sahabat bagi si member. 🙂

Menjalankan bisnis yang saya tekuni sama saja dengan mengerjakan proyek yang selalu saya hadapi tiap hari di kantor. Ada satu hal yang bisa saya masukkan ke dalam bisnis saya yaitu tentang analisis SWOT. Itu adalah suatu metode untuk perencanaan strategis. Hihihihi.. keren yaaaa… 😉 Analisis SWOT ini digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.

Tuh ‘kan bener bahwa analisis SWOT pun bisa diterapkan dalam menjalankan bisnis. 🙂 Jadi, ke depannya setiap kali OTO dengan member sebaiknya harus selalu kita terapkan hal ini. Berdasarkan Activity Report kita bisa membedahnya sangat dalam. Dari situ kita bisa tahu bagaimana kekuatan jaringan kita, apa kelemahan yang ada di jaringan kita, apa peluang yang bisa kita ambil, dan ancaman atau hambatan apa yang ada. Nah, bila tujuan sudah jelas dan analisis SWOT sudah lengkap, insyaallah you will grow higher. 🙂

Dari OTO dengan mba Septi kemarin saya mencoba membuat analisis SWOT sebagai berikut:

S – Strengths/Kekuatan : Berdasarkan AR, kekuatan masih pada level 3% tapi masih mampu juga mengejar 6%, asalkan ada penambahan new member aktif atau member lama yang reactive.

W – Weaknesses/Kelemahan : (1) Belum memiliki Leader di dalam grupnya yang bisa diajak sharing atau berbagi tugas, jadi masih bekerja sendiri; (2) Sebagian sudah pada “sleeping”.

O – Opportunities : (1) Mengaktifkan kembali member yang sudah “sleeping” beberapa bulan karena sebelumnya mba Septi sendiri sempat vakum selama 1 tahun. Biasanya kalo si Leader “sleeping” maka member-membernya juga ikutan “sleeping” hehehe…; (2) Dalam waktu dekat akan mengadakan branding di acara Muktamar Muhammadiyah karena kebetulan juga mba Septi membuka stand; (3) Sudah mengajukan surat pengantar dari ASM untuk mengadakan event di 2 (dua) instansi besar di Yogyakarta.

T – Threats/Ancaman : Diri sendiri. Kalo tidak fokus dan konsisten ya sudah.. tujuan tidak tercapai 🙂

Yup.. semoga sedikit ilmu ini bisa menjadi bekal pembelajaran untuk diri saya dan semua orang yang ingin sukses 🙂 🙂 🙂

banner_kantor2.gif

3 thoughts on “Analisis SWOT

  1. Selamat sore Wiwin rupanya, wiwin bisnis on line juga yach ? dan metoda yang diterapkanpun efektif jika menggunakan analisis swot, saya baru saja mempraktekkan hal tsb dg member saya rupanya up lane saya justru yang tidak fair alias bermain di belakang. Mereka lupa mau untung sendiri dan mengabaikan yg lainnya, lupa pada komitmen awal yaitu maju bersama, tapi itulah mental bokbrok manusia ketika muncul uang dihadapannya berubahlah perangainya, biasanya jika demikian tidak bertahan lama, sebentar pasti bubar, trims.

    Regards, agnes sekar

  2. @ Bu Agnes:
    Selamat sore juga Bu …. Benar Bu, saya menjalankan bisnis online juga :-), walau awalnya iseng-iseng ternyata setelah diseriusi memang memberi pemasukan yang luar biasa buat kami sekeluarga. Nah.. dalam bisnis ini saya juga sambil belajar koq Bu.. apa yang upline tidak ajarkan ke saya, saya berusaha memperbaiki sehingga apa yang saya tahu pun saya ajarkan ke downline-downline saya 🙂 . Rasanya tidak akan sukses bila tidak bisa mentransfer ilmu ke downline-downline Bu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *