Bagaimana Membangun Jaringan Bisnis ?

1948090_10203162812220402_3625298_n

Terimakasih kepada Oriflame Yogyakarta yang pada 22 Maret 2014 kemarin memberi saya kesempatan untuk berbagi pengalaman dalam membangun jaringan bisnis Oriflame saya, dalam acara Session of Leadership Motivation dan Launching Top 15 Oriflame Yogyakarta 2014 di Convention Hall Asri Medical Center. Berikut ini catatan saya yang saya bagikan kepada para Oriflamers Yogyakarta:

Bersyukur saya berada di Oriflame. Dan pasti ini tidak lepas dari kehendak Sang Maha Kuasa. Tambah bersyukur lagi karena Oriflame adalah bisnis yang tepat untuk kami. Meskipun saya berstatus karyawan 8 to 5, namun tetap bisa menjalankan bisnis ini. Alhamdulillah ‘gaji’ dari Oriflame sudah melampaui gaji bulanan saya!!

Berawal dari seorang diri menjalankan bisnis ini. Benar-benar saya seorang diri karena belum punya downline. Saya selalu mepet-mepet upline. Saya nurut apa yang dikatakan oleh upline. Itu yang dulu saya lakukan sehingga saya tidak pernah merasa sendirian.

Berkat saya banyak belajar tentang bisnis ini serta adanya support dari mana-mana, alhamdulillah bisnis saya berkembang. Dari saya yang seorang diri akhirnya bisa beranak-cucu-cicit.

Dulu awal saya punya anak/downline, rasanya senengggg banget karena dapat downlinenya setelah WP3. Begitu punya downline, rasanya jadi seperti punya tanggungjawab batu. Rasanya seperti punya ‘momongan’ yang harus diasuh hingga bisa mandiri.

Namun ternyata tidak semua downline itu akan seperti kita. Tidak semua downline itu punya impian yang digantungkan disini. Mencoba untuk mengajak keluarga dan teman pun bukan hal yang mudah. Apakah saya menyerah? Tidak! Saya harus out of the box.

Alhasil, leader-leader di jaringan bisnis saya adalah orang-orang yang sebelumnya sama sekali tidak saya kenal. Teknologi yang menembus batas ruang dan waktu, telah membantu saya. Barangkali banyak yang tidak menyangka bahwa saya ternyata punya leader-leader justru di luar kota yang jauh dari saya. Bahkan satu Director saya memulai bisnis ini ketika masih menjadi karyawan Epson di negara tetangga. Hanya dengan memanfaatkan teknologi dia bisa membangun bisnisnya dari nol hingga menjadi Director di luar negeri, lalu kemudian kembali menetap di Indonesia setelah menjadi Director. Jadi, kebanyakan leader-leader saya justru jauh dari saya.

Bagaimana bisa saya mendampingi mereka selama ini hingga mereka mandiri ? Tidak ada tips khusus.

Saya tidak pernah punya cita-cita menjadi leader. Harapan saya hanya ingin hidup lebih baik dengan kendaraan Oriflame dan bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Menjadi leader dalam bisnis Oriflame tidak sama dengan menjadi boss. Kita semua tahu bahwa di bisnis Oriflame tiap orang adalah boss untuk dirinya sendiri. Sehingga antara upline-downline tidak ada yang disebut boss.

Dalam rangka membawa jaringan bisnis saya menuju tujuan, yang saya lakukan adalah membangun sistem. Sistem yang daapt memudahkan saya dalam memanage jaringan saya. Saya punya keterbatasan waktu dan tenaga sehingga harus dibantu oleh sebuah sistem. OK, Oriflame sudah menyediakan sistem, namun saya tetap butuh sistem untuk saya sendiri. Kita semua tahu bahwa jobdesc seorang konsultan adalah tupo-rekrut-bina. Nah, sistem yang saya buat adalah sistem yang memudahkan ketiganya itu. Jika ada hal-hal yang saya mentok tak bisa melakukan sendiri, maka saya serahkan pada ahlinya.

Dalam membangun jaringan bisnis ini, tidak berarti selalu mulus. kendala itu pasti ada. Namun, kendala tersebut saya anggap sebagai tantangan dan ujian untuk naik level. Dalam setiap level yang saya lalui, selalu saya mengalami hal-hal baru yang menantang. Tapi bagi saya, saa-saat seperti itu adalah saat saya mengasah mental, belajar menemukan solusi yang baik, belajar lebih bijak, belajar berempati, belajar untuk tetap bisa tersenyum dalam menghadapi apapun.

Selain punya sistem, agar jaringan bisnis saya kuat, pastinya saya harus punya tim inti. Bersyukur saya karena dianugerahi anggota tim yang hebat-hebat. Bukankah orang hebat juga akan melahirkan yang hebat-hebat?

Saya pernah menjadi tim inti untuk upline saya. Sekarang saya sudah punya tim inti untuk bisnis saya sendiri. Ada beberapa kriteria yang saya miliki dan dimiliki pula oleh tim inti saya yang akhirnya menjadi leader-leader saya. Kriterianya antara lain sebagai berikut:
1. Punya tujuan
2. Mampu memberikan contoh nyata
3. Bertanggungjawab
4. Optimis
5. Punya integritas
6. Menyukai perubahan
7. Ulet dan pantang menyerah
8. Berani menghadapi resiko
9. Berdedikasi dan punya komitmen
10. Sikap positif dan menginspirasi
11. Komunikasi yang baik
12. Cepat menangani masalah
13. Percaya diri
14. Punya tim inti juga

Dibalik keberhasilan seseorang pasti ada peran dan support dari orang terdekatnya. Demikian pula dengan saya. Suami saya adalah tim inti saya, partner saya, supporter saya, motor saya, dan segalanya untuk saya. Tanpa peran aktif suami saya, mungkin saya belum sampai disini.

Sebagai salah satu bentuk kekompakan kami dalam membangun jaringan bisnis Oriflame kami, maka kami sepakat untuk menjadi satu keanggotaan di Oriflame. Bersyukurrrrr saya karena di Oriflame suami-istri itu tidak boleh berdiri sendiri-sendiri. Dengan demikian kami bisa bersinergi, saling melengkapi, saling mengingatkan, saling support, dalam menjalankan bisnis ini. Bayangkan jika bekerja sebagai karyawan di suatu perusahaan, mana bisa suami-istri bekerja di bagian yang sama?

Terimakasih kepada Oriflame yang sudah mengubah hidup kami dan ribuan orang lainnya menjadi lebih baik. Dari yang bukan siapa-siapa hingga hari ini kami bisa berdiri di atas panggung untuk berbagi pengalaman. Saya yakin akan semakin banyak terlahir leader-leader hebat disini yang bisa memberi manfaat bagi sesamanya, selain hidupnya sendiri berubah ke arah lebih baik.

Semangat pagiiiii !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *