Bisnis yg beretika

Secara aku lagi belajar berbisnis kecil-kecilan, tapi biar kecil tetap merupakan aset yg besar loh… pastinya tetap musti banyak belajar ttg etika bisnis dong. Gak usah langsung belajar etika bisnis yg terlalu muluk, tp dari yg sederhana saja. Aku punya bisnis, tentunya aku harus tahu dan paham dengan kode etik di bisnis yg sedang aku jalankan. Termasuk peraturan-peraturannya. Karena bisnisku adalah network marketing, tentunya selain memahami peraturan2 dari perusahaan, aku juga tidak boleh meninggalkan peraturan2 yg sudah dibuat oleh leaders di network-ku. Semua harus dipatuhi.

Masalahnya adalah, ketika kita bertemu dengan orang baru yg minta gabung di network kita, padahal dia sudah menjadi member di perusahaan yg sama tapi di jalur yang berbeda. Nah.. gimana tuh? Tidak mudah loh.. menghadapi orang seperti ini. Awalnya seolah mereka seperti mengemis-ngemis pengin diterima di network kita, tentu saja dengan mengajukan berbagai macam alasan. Bagaimana pun, walau baru memulai, adalah lebih baik kalo kita berhati2. Mungkin awalnya senang lho…wah.. akan dapat member baru nih. Tapi ternyata kalo diterusin, artinya kita welcome banget, malah bisa menjadi petaka.

Kenapa aku bilang begitu? Aku sih tidak menyelidiki latar belakang orang tersebut, tapi aku hanya mempelajari dan mengambil kesimpulan dari hasil pembicaraan/obrolan kami. Dan ternyata, readers, intinya mereka hanya ingin tahu dan memanfaatkan cara berbisnis yg kita punya. Mendompleng, istilahnya. Jadi jelasnya gini, aku berbisnis secara online (tp dipadukan dengan offline juga). Kami punya sistem business support sendiri, yg hanya bisa dijelaskan ke orang yang sudah jadi member. Oke-lah orang baru tersebut pengin tau lebih dulu ttg network kita. Tapi aku tidak akan jelaskan padanya cara2 masang photo di website kita, cara gabung di milis, dlsb, dlsb. Aku hanya jawab “maaf ini hanya bisa dijelaskan kepada member”. Satu kali orang tersebut akan minta diregistrasi atas nama saudara, awalnya kita pasti akan terima. Tapi kita musti pelajari lagi atau gali informasi dari dia, ketika ternyata dia sudah punya member di network-nya, nah ini musti diwaspadai. Keyakinanku adalah orang ini pasti hanya akan mendompleng. Hanya akan memanfaatkan fasilitas yang kita punya, untuk mendapat order dan member baru, yg pasti akan didaftarkannya di garis sponsorship dia sebelumnya. Nah lo…..

Koq tega ya mereka begitu? Dan ternyata tidak cuma aku yg mengalami hal ini, artinya menjumpai orang seperti ini.

Semoga saja aku selalu siap dan bisa lebih berhati-hati. Sempat sih terpikir juga olehku, siapa tahu ada memberku yg sudah terlanjur terdaftar dan ternyata bersikap tidak etis. Aku harap sih tidak ada… tapi who knows ??? Ini online dan aku tidak kenal mereka personally… bahkan background mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *