Ga Bikin Aku Kaya

Mengatur-KeuanganGara-gara ada seseorang yang reply SMS saya, saya jadi punya ide untuk posting tentang curhatan yang katanya Oriflame selama ini tidak membuatnya menjadi kaya.

Menjadi kaya atau tidak, menurut saya adalah tergantung bagaimana seseorang bisa mengelola pengeluaran dan pendapatannya. Di bisnis marketing khususnya Oriflame begini, harus punya perhitungan berapa biaya yang dibutuhkan untuk tutup poin, biaya promosi, dan sebagainya. Kalo sudah terbentuk jaringan bisnis, tentunya ‘kan sudah punya pendapatan walaupun tidak bisa dikatakan tetap karena pendapatannya pasti naik turun tergantung pada performance jaringannya. Nah, sebisa mungkin tentunya pendapatan dari Oriflame tersebutlah yang dikelola untuk menutup biaya-biaya tadi. Usahakan jangan sampai defisit. Apalagi buat konsultan yang pendapatannya hanya dari Oriflame alias tidak punya pendapatan lain.

Tidak punya modal untuk tupo yang sekitar Rp 600-ribuan itu? Oriflame memberikan bekal katalog kepada konsultannya. Katalog tersebut adalah etalase supermarketnya Oriflame, dimana para konsultannya adalah penjaga etalase tersebut. Sooo.. putarlah itu katalog. Sekian ratus juta penduduk Indonesia, masa’ ga ada sih yang mau membeli produk Oriflame. Nah, setelah konsultan mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut, putarlah duit tersebut sebagai modal. Jadi, kuncinya ada pada diri konsultan sendiri ‘kan.. mau aktif kreatif bergerak untuk mendapatkan uang atau mau diam saja dengan sejuta alasan dan keluhan tanpa mendapatkan apa-apa 😛

Sejak bergabung dengan Oriflame, saya bukan tipe konsultan yang suka memborong barang diskon yang kemudian distok untuk kemudian ditawarkan kemana-mana. Saya lebih fokus pada pengembangan jaringan. Saya lebih fokus membuat sesuatu yang bisa saya manfaatkan untuk mempromosikan bisnis saya dan untuk mensupport downline-downline saya. Misalkan saya punya beberapa barang kemudian pada suatu hari ada yang butuh sehingga barang tersebut terjual maka itu adalah rejeki saya, minimal ada modal saya yang balik. FYI ya… saya cenderung beli barang untuk saya pakai pribadi bersama keluarga dan kadang-kadang saya beli untuk persiapan menghadiahi seseorang.

Jadi, kalo ada konsultan Oriflame sudah mencapai level tertentu kemudian bilang bahwa Oriflame tidak membuatnya menjadi kaya, mari kita mengaca diri. Sudah seperti apa melakukan manajemen keuangan sendiri. Dan definisi “kaya” itu sendiri seperti apa. Kalo definisinya adalah punya tabungan, ga punya utang, dan ga punya stok barang; yukkkk… sekali lagi ngaca diri yaa.. bagaimana manajemen keuanganmu 🙂

Maaf banget ya… definisi sukses dan kaya di Oriflame bagi tiap orang adalah beda-beda, demikian pun dengan saya. Mungkin saya belum bisa menunjukkan dalam bentuk materi (rumah, mobil, dll), tapi saya merasakan bahwa kehidupan keluarga saya sudah sangat banyak terbantu oleh Oriflame 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *