Lima Kisah Inspiratif

Dalam kehidupan ini ada begitu banyak kejadian yang bisa menjadi pelajaran bagi kita manusia, khususnya pelajaran dalam rangka menjalankan bisnis. Tidak cuma belajar dari sesama manusia, bahkan kita bisa belajar dari hewan, tumbuhan dan benda-benda mati di sekitar kita. Lima kisah inspiratif berikut ini adalah salah satu materi training di bisnis yang saya jalankan. Disampaikan oleh Yustina Kristanti dan atas seijin beliau juga saya share di blog ini. Semoga bermanfaat ūüôā

1. Sepatu

lima kisah inspiratif

Bentuknya tak persis sama namun serasi. Saat berjalan terlihat tak kompak tapi tujuannya sama. Tak pernah ganti posisi, namun saling melengkapi. Selalu sederajat tak ada yang lebih rendah atau tinggi. Bila yang satu hilang yang lain tak memiliki arti.

Dalam menjalin hubungan dengan jaringan, baik dengan upline maupun downline, kita memang tidak bisa menjadi pribadi yang sama karena Tuhan telah menciptakan kita secara unik. Tetapi, bukan berarti kita tidak bisa berjalan bersama-sama untuk mencapai satu tujuan. Kita yang masing-masing mempunyai karakter dan pribadi yang berbeda ini, bisa berjalan bersama, saling melengkapi kekurangan dan kelebihan kita dalam team untuk mencapai kesuksesan/tujuan bersama. 

Dalam satu team tentunya ada yang lebih unggul dalam menjalankan Oriflame secara online, ada yang lebih jago menjalankan secara offline. Ada yang lebih pinter make-up-in orang, ada yang lebih luwes untuk berkomunikasi dengan orang lain. Nah, kelebihan masing-masing ini, seperti posisi sepatu yang berbeda. Kita tidak perlu menjadi orang lain. Kita hanya cukup berkontribusi dalam team sesuai kelebihan kita. Dengan demikian, kita bisa mencapai tujuan kita.

2. Tetesan Air yang Melubangi Batu

Kisah ini berawal dari seorang pemuda biasa yang dianggap bodoh dan terbelakang yang memiliki orangtua dengan dukungan luar biasa sehingga ketika orangtuanya terkena wabah dan hampir meninggal, mereka memberikan sebuah wejangan bagi pemuda ini, ‚ÄúJika kami meninggal, maka tidak ada lagi yang akan mendukungmu, oleh karena itu kamu harus bisa mandiri.¬†Jadilah seperti tetesan air yang mampu melubangi batu, fokuslah pada apa yang kamu kuasai dan kamu akan menjadi seseorang yang disegani banyak orang.‚ÄĚ

Pemuda ini kemudian melanjutkan usaha ayahnya sebagai tukang kayu, dan karena sejak kecil ia sudah sering membantu ayahnya dalam menilai kayu, ia memperoleh kemampuan untuk mengenali dan menilai kayu dengan baik.

Suatu hari, seorang yang tua mendatangi pemuda tersebut untuk mencari kayu yang dapat dipahat menjadi patung. Pemuda tersebut dengan cepat memberikan kayu terbaik untuk pahatan. Siapa sangka, orang tua tersebut nyatanya adalah pemahat terkenal di desa tersebut, dan karena kayu yang diperoleh dari pemuda tersebut sangatlah bagus, ia menjadi langganan yang terus membeli kayu dari sang pemuda.

Lama kelamaan, pemuda tersebut menjadi dekat dengan sang pemahat, dan ia pun memutuskan untuk belajar memahat dari sang pemahat. Namun, saat ia baru akan mulai belajar memahat, sang pemahat memberikan wejangan, ‚ÄúJika ingin menjadi pemahat terbaik, jadilah seperti tetesan air yang mampu melubangi batu, fokuslah pada apa yang kamu kuasai maka kamu dapat menjadi seorang yang sukses.‚ÄĚ

Mendengar nasihat tersebut, pemuda itu menyadari bahwa wejangan dari sang pemahat dan orangtuanya memang menjadi pedoman kesuksesan, dimana walaupun ia adalah seorang yang dulu dianggap bodoh dan terbelakang, dengan fokus dan kerja keras, ia akhirnya menjadi pemahat yang disegani di seluruh dunia.

Sebuah kisah yang dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, yang membuktikan bahwa tidak peduli seberapa kerasnya sebuah batu, tetesan air dapat menaklukkannya. Ini merupakan sebuah analogi dimana dunia ini penuh dengan ujian hidup yang begitu kerasnya, namun tetap dapat dikalahkan oleh tekad dan fokus perjuangan yang dilakukan.

Bukan cuma SPBU yang dimulai dari nol yaaa….¬†Berbisnis Oriflame pun dimulai dari nol.¬†Dari yang belum tau apa-apa.¬†Dari yang gak bisa jualan.¬†Seperti saya ini, tidak ada darah pebisnis atau pun pedagang.¬†Dari yang tidak bisa ngomong didepan banyak orang,¬†nanti lama-lama jadi nggak bisa berhenti ngomong ketika ada di depan banyak orang¬†¬†Dan dari banyak hal yang sebelumnya tidak bisa.¬†Tapi dengan kemauan belajar, tekun, dan dan tidak pantang menyerah, dibawah bimbingan upline, semua saya yakin bisa kok nantinya mendaki level demi level di Oriflame.¬†Kita jangan mau kalah dengan air yang mampu melubangi batu agar bisa mencapai kesuksesan di Oriflame.

3. Gajah dan Seutas Tali

Ketika seorang pria berjalan melewati sekumpulan gajah, ia tiba-tiba berhenti. Ia bingung dengan fakta bahwa makhluk-makhluk besar itu sedang diikat hanya dengan sebuah tali kecil yang terikat pada kaki depan mereka. Tidak ada rantai, tidak ada kandang. Jelas sekali bahwa gajah bisa melepaskan diri dari ikatan mereka kapan saja. Tetapi entah untuk beberapa alasan, mereka tidak melakukannya. 

Dia melihat seorang pelatih di dekatnya dan bertanya kepada pelatih tersebut.
‚ÄúMengapa hewan-hewan itu hanya berdiri di sana dan tidak berusaha untuk melarikan diri?‚ÄĚ
‚ÄúYah, ketika mereka masih sangat muda dan jauh lebih kecil, kami menggunakan ukuran tali yang sama untuk mengikat mereka.¬†Dan, pada usia tersebut, tali itu sudah cukup untuk menahan mereka.¬†Saat mereka tumbuh dewasa, mereka dikondisikan untuk percaya bahwa mereka tidak dapat melepaskan diri.¬†Mereka percaya bahwa tali tersebut masih bisa menahan mereka, sehingga mereka tidak pernah mencoba untuk membebaskan diri.‚ÄĚ
Begitu penjelasan dari pelatih gajah tersebut.

Pria itu kagum. Hewan-hewan ini bisa saja setiap saat membebaskan diri dari ikatan tali mereka. Tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka terjebak tepat dimana mereka berada.

Seperti gajah, berapa banyak dari kita yang menjalani hidup tergantung pada suatu keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, hanya karena kita gagal sekali sebelumnya.

Jangan takut gagal, karena kegagalan membuat kita semakin kuat dan tangguh. Kegagalan adalah bagian dari pembelajaran. Kita tidak boleh menyerah untuk berjuang di dalam hidup ini.

Kadang kita terlalu yakin kalau tidak bisa melakukan suatu hal, hanya karena kita belum pernah mencoba. Seperti saya saat awal dulu memulai bisnis Oriflame, saya sempat ragu, mampukah saya untuk berkembang, sedangkan saya merasa gaptek, pegang komputer hanya kalau kerja di kantor, itupun hanya berkutat dengan sistem yang menjadi pekerjaan saya, sedangkan saat itu baru masa-masa peralihan dari manual ke online. Kalau saya tetap bertahan dengan keadaan demikian, seperti gajah yang yakin bahwa tali kecilnya cukup kuat mengikat mereka, mungkin saya tidak akan sampai level director seperti saat ini. Dan nyatanya saat saya berani mencoba, belajar sedikit demi sedikit, ternyata saya bisa.

Teman-teman ada yang pernah mengalami hal yang sama?¬†Merasa tidak bisa hanya karena belum mencoba?¬†Yukkk, mulai sekarang berani mencoba hal-hal baru, agar kita makin berkembang ya…

4. Pasir, Kerikil dan Batu

Pada awal kelas filsafat di sebuah universitas, profesor berdiri dengan beberapa item yang terlihat berbahaya di mejanya. Yaitu sebuah toples mayonaise kosong, beberapa batu, beberapa kerikil, dan pasir. Mahasiswa memandang benda-benda tersebut dengan penasaran. Mereka bertanya-tanya, apa yang ingin profesor itu lakukan dan mencoba untuk menebak demonstrasi apa yang akan terjadi.

Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, profesor mulai meletakkan batu-batu kecil ke dalam toples mayonaise satu per satu. Para siswa pun bingung, namun profesor tidak memberikan penjelasan terlebih dahulu. Setelah batu-batu itu sampai ke leher tabung, profesor berbicara untuk pertama kalinya hari itu. Dia bertanya kepada siswa apakah mereka pikir toples itu sudah penuh. Para siswa sepakat bahwa toples tersebut sudah penuh.

Profesor itu lalu mengambil kerikil di atas meja dan perlahan menuangkan kerikil tersebut ke dalam toples. Kerikil kecil tersebut menemukan celah di antara batu-batu besar. Profesor itu kemudian mengguncang ringan toples tersebut untuk memungkinkan kerikil menetap pada celah yang terdapat di dalam toples. Ia kemudian kembali bertanya kepada siswa apakah toples itu sudah penuh, dan mahasiswa kembali sepakat bahwa toples tersebut sudah penuh.

Para siswa sekarang tahu apa yang akan profesor lakukan selanjutnya, tapi mereka masih tidak mengerti mengapa profesor melakukannya. Profesor itu mengambil pasir dan menuangkannya ke dalam toples mayonaise. Pasir, seperti yang diharapkan, mengisi setiap ruang yang tersisa dalam toples. Profesor untuk terakhir kalinya bertanya pada murid-muridnya, apakah toples itu sudah penuh, dan jawabannya adalah sekali lagi: YA.

Profesor itu kemudian menjelaskan bahwa toples mayonaise adalah analogi untuk kehidupan. Dia menyamakan batu dengan hal yang paling penting dalam hidup, yaitu: kesehatan, pasangan anda, anak-anak anda, dan semua hal yang membuat hidup yang lengkap.

Dia kemudian membandingkan kerikil untuk hal-hal yang membuat hidup anda nyaman seperti pekerjaan anda, rumah anda, dan mobil anda. Akhirnya, ia menjelaskan pasir adalah hal-hal kecil yang tidak terlalu penting di dalam hidup anda.

Profesor menjelaskan, menempatkan pasir terlebih dahulu di toples akan menyebabkan tidak ada ruang untuk batu atau kerikil. Demikian pula, mengacaukan hidup anda dengan hal-hal kecil akan menyebabkan anda tidak memiliki ruang untuk hal-hal besar yang benar-benar berharga.

Dalam konteks bisnis Oriflame, hal-hal besarnya adalah tupo, rekrut, bina.¬†Sedangkan hal yang lebih kecil adalah penolakan, stok kosong, susah berjualan, member susah diaktivasi, dan sebagainya.¬†Ketika kita memasukkan penolakan, stok kosong, susah berjualan, member susah diaktivasi yang termasuk kerikil, pasir dalam konteks bisnis Oriflame sebagai hal yang utama, maka kita akan kesusahan menempatkan hal yang lebih utama yaitu tupo, rekrut, bina.¬†Dan ketika kita salah menempatkan hal-hal tersebut, saya yakin kita tidak bisa berkembang.¬†Ada yang sering mengeluh jualan susah, rekrut susah, stok banyak yang kosong, member anteng gak ada poinnya?¬†Boleh mengeluh tapi sedikit aja ya…¬†Karena kita sudah tahu mana hal-hal utama dari bisnis ini.

5. Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

‚ÄúSaya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,‚ÄĚ katanya.¬†Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah tertutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua,
‚ÄúAda apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?‚ÄĚ
‚ÄúOh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini.¬†Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu.¬†Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.‚ÄĚ

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi,
‚ÄúAku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?‚ÄĚ

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab,
‚ÄúLalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.‚ÄĚ

Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, ‚ÄúIngat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.‚ÄĚ

Satu lagi poin penting yang bisa didapat dari kisah semut dan lalat, bahwa gigih untuk mencoba dan mengulang-ulang usaha saja tidaklah cukup. Kita harus menambahkan juga poin yang tidak kalah penting, yaitu mencoba dengan cara berbeda.

Di Oriflame, para leader selalu berusaha untuk berinovasi dalam mengembangkan jaringannya. Misalnya, dalam hal berjualan, jaman dulu, tools untuk berjualan tidak selengkap sekarang. Dulu belum ada katalog online ataupun display picture untuk jualan, sekarang member Oriflame lebih dimudahkan dengan tools tersebut. Dulu memasang iklan terbatas dengan memasang banner di web doorway, sekarang bisa ditempuh dengan memasang iklan via FB Ads atau sosmed lain.

Intinya, selalu mencari cara baru bila dirasa cara yang lama sudah tidak efektif lagi. Dan pastinya para leader akan membagikan ilmu barunya ke jaringan. Nah tugas kita semua menerima ilmu itu dengan baik, supaya nasib kita tidak seperti lalat pada cerita diatas.

 

Facebook Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *