No Back Up Plan

Plan B or no plan B, that is the question!Selama ini kita selalu diajari untuk membuat back up plan, nah, mari belajar dari seorang Chairul Tanjung. Chairul Tanjung belajar dari Julius Caesar 🙂

Pertanyaan:

“Bila Anda menghadapi masalah, biasanya Anda membuat berapa plan, sih? Satu, dua, atau mungkin tiga plan?”

Jawaban Chairul Tanjung:

“Buat saya, enggak ada tuh yang namanya back up plan. Kalau plan-nya A, ya A saja. Enggak ada plan B, apalagi plan C. Kalau ada plan B, pasti anak buah saya lari mengejar plan B semua. Karena plan B sudah pasti lebih mudah dari plan A. Namanya saja back up plan.”

“Jadi, kalau anak buah meeting dengan saya, hanya ada satu plan. Plan A. Kalau enggak sanggup, ua mundur saja. Atau datang ke saya, bicarakan apa masalahnya. Namun plan-nya, ya tetap plan A. Tanpa back up plan, orang akan berusaha mati-matian demi mewujudkan tujuannya. Orang akan mengeluarkan kemampuan yang terbaik.”

Bisa jadi, kegagalan kita selama ini adalah karena terlalu banyak back up plan. Baru mulai berjuang saja, kita sudah berpikir: “Nanti kalau tidak sukses disini, saya mau begini begitu…”. Padahal melangkah maju saja belum.

Jadi, kalo kamu punya rencana untuk naik level jadi Senior Manager di bulan ini, fokuslah 100% menuju Senior Manager. Saya punya plan naik 2 (dua) title di tahun 2015 ini, ya sudah saya mau fokus ke plan tersebut. Doakan lancar yaa… Burn the ships! No back up plan! Bakar semangatmu untuk terus fokus, jangan pikirkan hal-hal lain!

inspired by: Rahasia Ayah Edy – Memetakan Potensi Unggul Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *