Permendag No.32/2008

mlmTadi pagi pas beli snack di Mirota Kentungan, seperti biasa saya sambil cari-cari majalah, dan kali ini saya iseng beli majalah TBM (The Billionaire Magazine) edisi Juni 2010. Karena isinya seputar MLM jadi saya tertarik untuk membelinya. Pas buka-buka, saya tidak sengaja menemukan info tentang “Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perdagangan dengan Sistem Penjualan Langsung” yang dimuat dalam Permendag No.32/2008. Permendag itu kependekan dari Peraturan Menteri Perdagangan. Isinya sebagai berikut:

  1. Melarang perusahaan yang telah memiliki SIUPL menawarkan barang dan jasa bertentangan dengan keadaan sebenarnya, menawarkan barang secara paksa, menawarkan barang tidak sesuai UU Perlindungan Konsumen, mendapatkan keuntungan melalui iuran keanggotaan atau pendaftaran mitra usaha secara tidak wajar.
  2. Melarang MLM menjual barang yang tidak punya tanda daftar dari instansi teknis, menerima pendaftaran keanggotaan sebagai mitra usaha dengan nama yang sama lebih dari satu kali, memaksa mitra usaha membeli barang dalam jumlah besar yang melebihi kemampuannya dalam menjual, memasarkan barang di luar sistem penjualan langsung.
  3. Melarang melakukan usaha perdagangan yang terkait dengan penghimpunan dana masyarakat, membentuk jaringan pemasaran terlarang dengan nama atau istilah apa pun, menjalankan usaha perdagangan di luar SIUPL, menjual barang yang label produknya tidak tercantum nama perusahaan yang memasarkan dengan sistem penjualan langsung.

Apakah ada hubungannya dengan bisnis yang saya jalani ? Oiya jelas sekali 🙂 . Maka dari itu saya pengin sharing peraturan tersebut sehubungan dengan bisnis yang saya jalani.

Melarang perusahaan yang telah memiliki SIUPL menawarkan barang dan jasa bertentangan dengan keadaan sebenarnya, menawarkan barang secara paksa, menawarkan barang tidak sesuai UU Perlindungan Konsumen, mendapatkan keuntungan melalui iuran keanggotaan atau pendaftaran mitra usaha secara tidak wajar.

Poin 1:

Di bisnis yang saya jalani, barangnya jelas ada dan sesuai dengan yang ditawarkan. Produk yang disediakan saat ini sudah lebih dari 800 macam, bahkan setiap tahun selalu terjadi penambahan produk baru yang dikeluarkan secara bergiliran setiap bulan.

Dalam menawarkan barang pun saya tidak pernah melakukan pemaksaan. Hanya dengan bekal katalog yang cantik, saya tak perlu banyak bicara, biasanya orang yang menerima katalog akan tertarik untuk membeli barang 1-2 produk lho.. Karena barangnya beraneka macam dan juga masing-masing memiliki fungsi sendiri-sendiri, bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen/user. Bila ada produk yang tidak cocok bagi konsumen, di kantor cabang kami menyediakan konsultasi gratis.

Keuntungan yang kami dapatkan selama ini adalah murni dari keuntungan penjualan langsung sebesar 30%. Setiap yang disetorkan untuk mendaftar sebagai anggota yaitu sebesar Rp 39.900,- akan dikembalikan dalam bentuk starterkit yang dikemas cantik, dimana di dalam starterkit tersebut sudah tersedia satu paket tools sebagai dasar untuk menjalankan bisnis kami.

Jadi, jangan khawatir bila bergabung dengan bisnis yang saya jalani, maka uang pendaftaran tersebut tidak sepeserpun dibagikan kepada kami yang sudah lebih dulu menjadi anggota.

Melarang MLM menjual barang yang tidak punya tanda daftar dari instansi teknis, menerima pendaftaran keanggotaan sebagai mitra usaha dengan nama yang sama lebih dari satu kali, memaksa mitra usaha membeli barang dalam jumlah besar yang melebihi kemampuannya dalam menjual, memasarkan barang di luar sistem penjualan langsung.

Poin 2:

Produk-produk yang kami pasarkan, meskipun diimport dari Swedia, namun semuanya memiliki tanda daftar, semuanya sah dan halal.

Di bisnis yang saya tekuni ini, perusahaan tidak mengijinkan satu orang memiliki lebih dari satu keanggotaan. Lha wong yang suami istri saja tidak boleh memiliki keanggotaan sendiri-sendiri 🙂 . Juga tidak mengijinkan menjadi LEADER di tempat lain dalam bisnis yang sejenis. Nah.. hati-hati ya buat yang selingkuh hehehehe…

Sebagai Leader di dalam grup, saya tidak pernah menganjurkan para partner saya untuk menstok barang. Saya yakin bahwa para partner saya punya modal cukup untuk itu. Kekuatan bisnis yang saya jalani bukan melulu terletak pada besarnya modal sehingga sanggup menstok barang, tetapi bagaimana me-manage semua member di dalam group untuk bisa berkembang bersama-sama. Membeli barang hanya cukup semampunya sesuai dengan target untuk mencairkan bonus. Bila ada kelebihan order, bisa dibagi-bagi dengan partner lain yang belum mencukupi target.

Back to tidak menstok barang adalah supaya sistem penjualan tetap berjalan sebagaimana yang dirintis oleh pendiri perusahaan yaitu direct selling (sistem penjualan langsung) 🙂

Melarang melakukan usaha perdagangan yang terkait dengan penghimpunan dana masyarakat, membentuk jaringan pemasaran terlarang dengan nama atau istilah apa pun, menjalankan usaha perdagangan di luar SIUPL, menjual barang yang label produknya tidak tercantum nama perusahaan yang memasarkan dengan sistem penjualan langsung.

Poin 3:

Wis.. yang pasti Oriflame mematuhi semua peraturan tersebut di atas. Itulah mengapa saya akan selalu bertahan disini karena saya sudah merasa cocok dari berbagai sisi. Dimana saya juga menemukan passion, spirit dan togetherness disini.

Oriflame is more than an opportunity – it is the chance to have an experience of a lifetime!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *