Menu
Categories
purging
Purging: Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan
09/08/2018 Tips Cantik

Sejak saya membuka pintu konsultasi, beberapa kali ada pertanyaan seputar penggunaan skincare yang menimbulkan purging. Nah, Beauty Insight dari Oriflame edisi terbaru ini kebetulan membahas tentang purging. Untuk itu, saya arsip saja disini ya, supaya bisa bermanfaat bagi Anda yang membutuhkan.

Pernahkah Anda ketika mencoba sebuah produk perawatan kulit terbaru, kulit wajah malah tampak kemerahan, muncul jerawat kecil, dan bruntusan? Jangan panik. Bisa jadi Anda sedang mengalami fase purging.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan purging? Nah, kali ini Tussy Inggriani (Product Specialist Oriflame Indonesia) dan dr. Eddy Karta, SpKK akan menjelaskan kulit purging dan cara mengatasinya.

Bagaimana jerawat dapat terbentuk? Pembentukan jerawat dapat terjadi jika muara kelenjar sebum tersumbat oleh sel kulit mati yang tidak luruh dengan sempurna, yang dinamakan microcomedone. Kondisi ini memang tak kelihatan dari permukaan kulit, namun inilah cikal bakal jerawat. Microcomedone dapat berkembang menjadi komedo hitam, komedo putih, yang bisa berlanjut menjadi jerawat biasa hingga jerawat nanah.

Apakah Sebenarnya Kondisi Kulit Purging?

Purging adalah istilah yang tidak asing dalam dunia kecantikan, berasal dari kata PURGE yang berarti menyingkirkan secara paksa. Kondisi ini adalah bagian dari jerawat.

Isitlah purging dapat terjadi saat penggunaan produk yang bersifat meremajakan sel sehingga terjadi percepatan penggantian kulit. Proses ini membuat komedo yang ada di bawah kulit dipaksa untuk lepas dari permukaan kulit. Biasanya kondisi ini terjadi pada awal penggunaan produk perawatan kulit ataupun fase peralihan dari produk perawatan kulit yang biasa digunakan ke produk perawatan kulit baru.

Secara medis, purging adalah sebuah kondisi kulit yang timbul akibat penggunaan produk kecantikan mengandung bahan aktif yang dapat mempercepat regenerasi kulit, seperti Alpha Hydroxy Acids (AHA), Beta Hydroxy Acids (BHA). Polyhydroxyaxcids (PHA), vitamin C, retinoid, benzoyl peroxide, atau produk berjenis scrub dan peeling. Apabila microcomedone membutuhkan waktu enam sampai delapan minggu untuk berkembang menjadi jerawat, maka saat purging siklus ini dipercepat. Akibatnya, kulit wajah akan tampak seperti kering bersisik dan memiliki benjolan kecil yang biasanya akan menghilang dengan sendirinya tanpa adanya dampak kemerahan, bengkak, atau radang pada kulit Anda.

Mengapa Harus Purging?

Purging dapat berarti membantu membersihkan pori-pori kulit wajah Anda yang tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, dan komedo. Hal ini menyebabkan munculnya bruntusan seperti jerawat semakin banyak dan terlihat parah.

Berapa Lama Umumnya Purging Pada Kulit Terjadi?

Bergantung dari letak mikrokomedo yang ada, maka purging bisa terjadi seminggu sampai dua minggu setelah penggunaan krim baru. Biasanya purging dapat berlangsung selama siklus regenerasi kulit yaitu sekitar 28 hari setelah pemakaian produk. Setelah itu, secara perlahan, kondisi kulit akan menyesuaikan dan menenangkan diri untuk kembali kepada kondisi kulit normal dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Apa Saja Ciri Kulit Yang Sedang Mengalami Purging?

Kenali jerawat purging dengan mengetahui tempat dan durasinya.

Pertama, karena jerawat purging hanya menyingkirkan ‘bakal jerawat’ di bawah kulit, maka letak jerawat purging tidak akan jauh dari area wajah seseorang yang biasa berjerawat. Contoh, jika Anda seringkali mengalami kulit berjerawat di dagu, maka jerawat purging akan muncul di bagian yang sama.

Kedua, karena secara normal proses pergantian sel kulit dengan siklus sebulan, maka jerawat purging akan hilang dalam kurun waktu satu bulan atau kurang. Meski demikian, hal ini tergantung pada kondisi kulit masing-masing orang.

Jika Anda sedang mengalami jerawat purging, biasanya kulit akan mengalami: komedo, bruntusan, kemerahan pada kulit (akibat reaksi regenerasi kulit), dan permukaan kulit terasa gatal dan perih (akibat reaksi eksfolian dari krim yang baru).

Apa Yang Harus Dilakukan Apabila Terjadi Purging?

1. Perbanyak konsumsi air mineral supaya kulit terhindar dari dehidrasi dan tidak memperburuk kondisi kulit Anda.

2. Lebih hati-hati saat memperlakukan kulit Anda. Hindari gerakan penekanan yang terlalu keras pada kulit wajah seperti menggaruk, menggosok, ataupun mengaplikasikan produk yang bersifat eksfoliasi karena akan mengakibatkan iritasi kulit.

3. Jangan pernah lupa membersihkan kulit wajah. Saat membersihkan wajah, gunakan pembersih wajah atau sabun pembersih wajah berformula ringan dan bebas sabun untuk menenangkan kulit yang sedang dalam kondisi sensitif.

4. Hindari penggunaan scrub untuk sementara waktu, agar kulit tidak iritasi dan menjadi lebih kering.

5. Pada kondisi kulit yang sedang sensitif ini, pastikan Anda selalu mengaplikasikan tabir surya saat beraktivitas.

6. Gunakan pelembab berformula dan bertekstur ringan dan tidak mengandung bahan pencerah kulit sampai rasa iritasi berkurang.

Sumber: Business & Beauty edisi Juli-Agustus-September 2018

 

"1" Comment
  1. apakah Kulit Purging berbahaya?

Leave a Reply
*