Wanita bekerja yang berbisnis ?

Kemarin aku sempat tersentak baca blog teman. Kebetulan teman ini udah level tinggi di bisnisku. Dia bilang gini, “…kebayang banget mereka yang masih kerja kantoran, tiap pagi, bangun subuh, siapin keperluan bayi dan suaminya, belum lagi keperluan dia sendiri. jam 7 sudah beres semua, trus tinggalin anak apapun kondisinya. buat aku, enggak banget. mending gak ngantor dech daripada harus seperti itu.”

Ketika sharing dengan suami, dia bilang sih, “temanmu itu pantas bilang seperti itu karena dia sudah mencapainya”.

Yup, mungkin benar juga. Tapi aku sedih… apa separah itu sih wanita yang masih kerja kantoran ? Bagaimanapun emang tidak bisa memandang hanya dari satu sisi. Dari sisi temanku itu, ya memang lebih baik kerja di rumah tapi punya pendapatan tinggi. Ya dari bisnisnya itu. Aku salut. Dia emang bisa fokus sefokus-fokusnya. Gak heran kalo cepat banget melejit. Aku salut dan aku turut bangga.

Tapi dari sisi aku, hidupku ‘kan sudah diatur, dan aku musti melalui perjalanan hidupku ini diantaranya dengan bekerja kantoran. Aku dulu memang punya cita-cita, tapi aku toh tak pernah mengejar cita-cita itu. Gusti Allah yang membawaku ke jalan ini. Alhamdulillah….. Tanpa aku bersusah payah melamar kerja dsb. Dan toh ternyata aku menikmatinya, dan bahkan dari kerja kantoran aku bisa bantu orang lain, bantu keluargaku, menghidupi diriku sendiri, membiayai hidup anak dan suamiku, etc, etc.

Lantas apa yang aku cari dengan berbisnis ? Ada. Antara lain :

  • otomatis ada tambahan penghasilan (walau gajiku kini setara dengan level SM 21%),
  • aktualisasi diri,
  • networking (banyak teman dari berbagai kalangan dan dimana-mana),
  • belajar utk punya rasa percaya diri,
  • belajar leadership.

Insyaallah aku bisa enjoy dan bisnisku terus berkembang.

Eit.., ada satu hal lagi yg membuat aku mantap utk menekuninya. Yaitu, bahwa aku sadar saat ini aku kerja bukan sebagai pegawai tetap yang setelah pensiun nanti akan menerima uang pensiun. Aku hanya pegawai kontrakan, yang dikontrak per tahun, kadang-kadang per 2 tahun (tergantung proyek yang sedang berjalan). Jadi, aku musti persiapan untuk bila nanti sudah sampai pada masanya aku tidak bekerja di kantor ini lagi. Memang sih, dalam jangka pendek ini (seperti dah aku sebut diatas) gajiku sangat lumayan untuk sekelas aku dan sekelas Yogya, banyak fasilitas yang bisa aku peroleh di kantor, boss yang sangat baik hati (aku merasa terdidik justru setelah bekerja –> aku bekerja dengan bossku ini sejak aku usia 19 tahun, jadi kira2 sekarang sudah hampir 14 tahun..hihihi..lama juga ya..) sehingga aku ngerasa enjoy kerja bersama beliau (orang Belanda). Back to the subject, bahwa aku musti persiapan bila nanti sudah pensiun. Sekarang nabung per bulan ?? Ah… berapa sih hasilnya nanti, bahwa ternyata sekarang pun aku tidak disiplin, kecuali tabungan untuk pendidikan Satria (aku harus disiplin untuk ini, makanya pakai sistem autodebit supaya lancar). Aku gak ingin berandai-andai, tapi.. berdasarkan fakta bahwa bila bisnisku berkembang, maka pada akhirnya aku akan merasakan hasilnya. (Saat aku posting blog ini, penghasilan tambahanku per 30 November kemarin adalah diatas Rp 400-ribu, alhamdulillah..). Insyaallah, jika memang rejekiku, maka aku yakin di masa depan aku akan punya sesuatu untuk aku, anakku dan suamiku, bahkan untuk keluargaku. Dan insyaallah.. bahwa tujuanku bukan untuk memperkaya diriku dan keluargaku, tapi aku berharap dari apa yang aku dapatkan itu, aku bisa memanfaatkan dengan baik.

Kembali ke blog temanku tadi, yap kurasa sebenarnya itu tak 100% tertuju padaku, aku hanya tersentak saja.

Jeng.. aku akan mengikuti jejak suksesmu di bisnis ini. Walau memang, jalan kita berbeda. C u @ the top, you always shout it.

1 thought on “Wanita bekerja yang berbisnis ?

  1. hihihihi….
    sekali lagi hidup itu pilihan mbak…
    maybe terdengar sinis ya…tapi anggep aja motivasi buat mereka yang bekerja. aku sich kapok kerja mbak, udah pindah2 sana sini dapetnya segitu-gitu aja…(nah loh…tambah sedih ya…). tapi, aku tetep salut kok sama mereka yang berkarier, dan aku tetep menghargai, hehehe..sukses tuk semuanya dech

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *